KETIKA AGAMA DIGADAIKAN

Khutbah Jumat Pilihan

Khutbah Jumat Ketika Agama Digadaikan

AL QUR`AN NUL KARIM
KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah

Puja dan puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah…

Lihat pos aslinya 1.835 kata lagi

Fitnah Akhir Zaman

KHUTBAH JUMAT DI MASJID AL-FAJR  BANDUNG,                                                                      Jumat 4 November 2016  (Imam / Khotib : Ust. A. ROZAK ABUHASAN)

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ  وَنَسْتَعِيْنُهُ   وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. أَمَّا بَعْدُ؛

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhannahu wa Ta’ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman, yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim, jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan shalihin.

 

Selanjutnya dari atas mimbar ini, perkenankanlah khotib menyampaikan wasiat, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita, dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi segala larangan-laranganNya dan melaksanakan perintah-perintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan.

Sungguh kita semua, kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertanggung-jawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan sendiri-sendiri. Pada hari itu, hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya, yaitu hari kiamat, tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan.kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim, hati yang betul-betul ikhlas hanya karena Allah bersih dari syirik.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Sabda Rasulullah:

“Cepat-cepatlah kalian beramal sholih (sebelum datang) fitnah seperti malam gulita. Seseorang pada saat itu pagi-pagi dalam keadaan beriman dan sore hari menjadi kafir, atau sore hari dalam keadaan beriman namun bangun pagi menjadi kafir. Dan menjual agamanya dengan harga dunia yang murah” (HR. Muslim)

Fitnah seperti malam gulita

Syeikh al-Utsaimin memberi nasehat, bahwa agar kaum muslimin tetap memenuhi seruan taqwa kepada Allah di mana saja dan kapan saja. Sebab anjuran taqwa selalu disampaikan oleh rosulullah hampir dalam setiap kesempatan.

Dan hendaknya waspada serta berhati-hati terhadap fitnah baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Berhati-hatilah terhadap hal-hal yang bisa memalingkan dari agamamu yang lurus ini. Baik berupa harta, keluarga, maupun anak-anak.

 

Firman Allah

“Dan ketahuilah bahwasanya harta-harta kalian, anak-anak kalian adalah fitnah, dan sesungguhnya  di sisi Allah terdapat pahala yang agung” (QS Al-Anfal: 28: 2)

Sudah tahu fitnah sebagai ujian, namun banyak yang tidak berhati-hati dengannya, dan acuh tak acuh. Betapa banyak yang justru cuek dengan fitnah, bahkan menjerumuskan diri ke dalam fitnah harta, anak-anak dan keluarga.

Bahkan saking cintanya kepada harta banyak orang berani spekulasi, akhirnya terjerat korupsi, gara-gara cintanya akan anak dan istri banyak manusia terjangkit bakhil, terlibat kriminaitas. Maka berhati-hatilah akan fitnah!

Berhati-hatilah di zaman yang penuh fitnah ini,

  • yakni terhadap fitnah perkataan.

Telah banyak orang-orang menjelek-jelekkan ulama’ dengan ucapannya, berceloteh dengan mudahnya tentang menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, menghujat kebenaran al-Qur’an dan As-Sunnah dengan ilmunya yang dangkal, lisannya banyak mengucapkan kebatilan, ghibah, namimah, dusta, kutukan dan sungguh ajaib jika sebagai lisan seorang muslim.

  • Takutlah pula akan fitnah amalan. Telah menyebarnya perselisihan, berpecah-belah dan bercerai berai, menjadi saling berkelompok-kelompok dan masing-masing kelompok berbangga diri dengan yang ada pada kelompok-
  • Telah akutnya wabah cinta dunia, gila ketenaran, hasad, kedzoliman, dan beraneka ria kejahatan.

Seorang muslim hendaknya mewaspadai perkembangan aqidahnya, menjaga diri dari kontaminasi pemikiran-pemikiran sesat, dari aqidah yang melenceng, dari seruan orang-orang yang menjungkir balikkan Islam dari kemurniannya,

dan agar seorang muslim tetap mengembalikan urusan kepada Allah dan rosul-Nya, agar supaya beribadah dengan ikhlas karena Allah, serta sesuai dengan sunnah-sunnah rosulullah.

Masih ucapan Syeikh al-Utsaimin; kemudian waspadailah di zamanmu kini akan kenyataan yang buruk, karena semua itu bisa memalingkanmu dari agama dan dapat mendatangkan kehancuran bagimu.

1Sesungguhnya nabi telah mengabarkan kepada umatnya tentang kenyataan-kenyataan yang bakal terjadi sampai hari kiamat.

Nabi mengabarkan tentang fitnah-fitnah itu semua, bahwa fitnah itu meliputi segala hal, bagai gelapnya malam kelam yang artinya seorang muslim sulit keluar darinya. Maka kita diperintahkan untuk lekas-lekas beramal sholih, yaitu amal perbuatan yang bersesuaian dengan petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah. 3)

Sadarilah bahwa dengan fitnah, boleh jadi Pagi hari dalam keadaan beriman, sore hari menjadi kafir. Dahsyatnya fitnah yang terjadi seakan-akan menjerat siapapun tak terkecuali, dan nyaris tiada yang mampu menghindari jeratannya yang membinasakan. Termasuk memalingkan keimanan menjadi kekafiran.

Diantaranya yaitu; diangkatnya amanah dari pundak-pundak manusia, sehingga hampir tiada kita dapatkan orang-orang yang betul-betul menunaikan amanahnya.
Benarlah apa yang dikabarkan rosulullah, bahwa telah diambil sifat amanah dari hati manusia, sehingga kita saksikan suasana zaman yang banyak orang sudah tidak dapat dipercaya, yang dapat benar-benar diandalkan kejujurannya.

 

Demikian pula dalam hal kepemimpinan, ia merupakan amanah yang besar, rosulullah bersabda;

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang dipimpinnya / digembalakannya” (HR. Bukhory)

Pemimpin yang adil dan sholih merupakan dambaan semua rakyat, yang tentunya ia adalah figure yang benar-benar faham terhadap hak dan kewajibannya, serta faham terhadap apa yang harus dilakukannya dalam membimbing, melayani, dan melindungi masyarakat lemah, yakni mengantarkan masyarakat yang mengikuti petunjuk kebenaran Islam, hidup aman sentausa, sejahtera, mentauhidkan Allah dan menjauhi kemusyrikan. Seorang pemimpin akan sangat dominan dalam seluruh aspek kehidupan, karena itu :

Memilih Pemimpin dalam Islam ada aturannya, bukan SARA, tapi petunjuk dari yang Maha Kuasa, yang Menciptakan Alam Semesta dan segala isinya untuk dilakukan yaitu:

  1. Larangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin : QS Ali Imran 28, QS An-Nisaa 144 dan QS Al-Maidah 51 dan 57
  2. Larangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin walau kerabat sendiri : QS At-Tubah 23, QS Al-Mujadalah 22
  3. Larangan menjadikan orang kafir sebagai teman setia: QS Ali Imran 118 dan QS At-Taubah 16
  4. Larangan saling tolong dengan kafir yang akan merugikan ummat Islam QS Al-Qashas 86 dan Al-Mumtahanah 13
  5. Larangan mentaati orang kafir untuk menguasai muslim QS Ali Imran 149-150
  6. Larangan memberi peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim QS An-Nisaa 141
  7. Alquran memvonis orang-orang munafik, dzalim, Fasiq, Sesat dsb QS An-Nisaa 141, 138-139, QS Al-Maidah 80-81 Al-Mumtahanah 1 dan Al-Mujadalah 14-15

 

Namun apa faktanya? Masih ada yang menjadikan manusia bak sapi perah, sementara yang lain menjadi lintah darat, yang diberikan hanyalah tauladan cinta materi, kesyirikan diagungkan, dan semakin membuat keimanan masyarakat gonjang-ganjing.

Nabi mengabarkan tentang fitnah merajalelanya kebodohan, banyak diwafatkannya para ulama’ robbany, berpalingnya manusia dari ilmu yang bermanfaat, malah menekuni ilmu-ilmu yang hanya untuk mengumpul harta, dan melemahnya loyalitas keimanan.

Sungguh ilmu telah dicabut dan kian sedikit para ulama’ hakiki. Padahal ilmu syari’at adalah ilmu yang bermanfaat, yang akan menjadikan pemiliknya menjadi suri tauladan dalam perkara kebaikan, kezuhudan, kewaro’an, qona’ah, syukur, ridho, ikhlas, sabar, tawadhu’ dan dalam mengikuti keutamaan-keutamaan rosulullah, para sahabat dan khulafaur rosyidin.

Nabi mengabarkan tentang fitnah kerakusan, dan kekacauan. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya termasuk tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, kebodohan merajalela, arak menjadi minuman biasa, zina semakin terang-terangan, jumlah kaum laki-laki menjadi sedikit, wanita menjadi banyak, hingga 50 wanita berebut 1 pria” (HR. Bukhory) 7)

 

  • Sungguh telah muncul beraneka fitnah dari berbagai sisi. kepemimpinan, jual-beli dll.Banyak munculnya pemimpin-pemimpin sufaha’ yang dipilih oleh orang-orang juhala’, banyaknya polisi (yang menandakan semakin banyaknya kejahatan), jual beli hukum, semakin banyaknya jumlah pasar-pasar hingga di trotoar-trotoar hingga penjual keliling, putusnya silaturahmi dan dijadikannya masjid untuk tempat nyanyian.
  • Menjual agamanya dengan harga dunia yang murah
  • Agama tidaklah dinilai sebagai sesuatu yang urgen, kalau perlu dikorbankan saja demi mendukung seorang pemimpin, dikorbankan untuk ekonomi,
  • Agama dijadikan kedok-kedok saja, jika menghalangi progress pribadi dijual saja.

Maka tidak heran muncul celaan-celaan terhadap agama, bahkan datang dari kelompok yang mengatas namakan Islam. Banyak orang-orang yang memunculkan keragu-raguan di dalam Islam, dan menjadikan manusia berpaling darinya. Sehingga tercabutlah kecintaan para pemeluknya. Ini merupakan musibah yang besar.

Kemudian di antara fitnah yang besar adalah fitnah harta. Sangat sedikit manusia yang selamat dari fitnah ini. Hanya sedikit saja yang bisa mensyukurinya, yang sabar, yang bisa ikhlas, yang ridho, qona’ah, zuhud, dan dengan sebab yang halal dalam mendapatkannya, dan dengan cara yang benar dalam membelanjakannya.

Sungguh telah tertanam pada diri manusia di akhir zaman terjangkit sifat bakhil terhadap harta, dan teramat tamak terhadapnya. Sehingga banyak di antara mereka yang menolak untuk membayar zakat dan nafkah wajib. Banyak orang yang serakah, yang berusaha sekuat tenaga untuk mendapati sesuatu yang sebenarnya dia tidak berhak, membelanjakannya bukan pada jalan yang haq, maka muncullah kekacauan dan keributan di kalangan mereka. Banyak peperangan dan pembunuhan karenanya.

Sungguh benar rosulullah, bahwa manusia tidak lagi memperdulikan tentang hartanya, dari mana mendapatkan-nya, sehingga seolah-olah mereka hidup hanyalah untuk mengumpulkan harta dan kesenangan-kesenangan belaka. Meski harus menghalalkan segala cara, entah syubhat entah riba’ entah apa, kalau perlu dengan cara berbuat curang, atau menipu, maling, pesugihan, korupsi, spekulasi, dan seterusnya.

Solusi agar terlindungi dari fitnah
Inti dari fitnah (:ujian) adalah menguji dan menyeleksi. Siapakah di antara semua manusia hamba-hamba Allah yang lulus ujian, siapakah di antara mereka yang tetap istiqomah dalam ketaatan kepada Allah ta’ala. Sebagaimana frman Allah;

“(Dialah, Allah) yang menciptakn kehidupan dan kematian agar menguji kalian, siapakah di antara  kalian yang lebih baik amalannya” (Al-Mulk:  10)

 

firman-Nya; “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa, sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha menyaksikan” (QS Al-Hujurot: 13) 11)

Fitnah juga berarti adzab dan bencana, maka rosulullah takut apabila angin bertiup kencang, apabila menyaksikan awan hitam bergulung-gulung, gerhana dan petir menyambar. Ketakutannya tampak pada wajahnya yang kemerah-merahan. Sebagaimana fitnah ini telah menghancurkan umat-umat terdahulu.

  • Kaum ‘Aad yang diterpa angin kencang selama 7 malam 8 hari,
  • kaum Tsamud yang disambar petir dari angkasa,
  • kaum Nuh yang dibinasakan dengan banjir bandang,
  • kaum Sodom yang hancur diterpa hujan batu,
  • Fir’aun dan kaum yang ditenggelamkan.
  • Dan seterusnya. (Ket. QS. Al-Qomar dan awal QS. Al-Haaqqoh)

 

Sebab-sebab nya

  • lebih banyak manusia yang menyembah kepada selain Allah,
  • apabila telah muncul kekejian demi kekejian,
  • bencana demi bencana (di darat, air dan udara),
  • serta tenggelamnya kebaikan demi kebaikan,
  • maka kecelakaanlah bagi orang Arab maupun ‘Ajam jika kelak dibuka benteng Ya’juj dan Ma’juj walaupun sebesar lobang jemari tangan.

Karena kita renungkan firman Allah :

  1. dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya. (QS Al-Anfal: 25) 14)

 

Fitnah akan terus ada sampai hari kiyamat nanti. Dan dengan kasih sayangnya rosulullah memberikan jalan keluar kepada umatnya agar terhindar dari fitnah tersebut.  Yaitu sebagaimana yang kita baca setiap saat tahiyat akhir dalam sholat, yakni dengan meminta perlindungan kepada Allah dari empat macam fitnah, yaitu; fitnah api neraka jahannam, fitnah siksaan kubur, fitnah kehidupan dunia, dan fitnah kematian.

Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi kita dan kaum muslimin semuanya dari segala macam fitnah, baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Dan semoga Dia membukakan bagi kita pintu-pintu kebaikan sehingga kita mengikutinya. Dan menunjukkan kepada kita pintu-pintu kejelekan sehingga kita bisa menjauhinya. Amiin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

2014-09-26 08.50.26KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيْئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah

Menghadapi fitnah akhir zaman adalah bagian dari jihad.

Firman Allah Al-Furqon 25:52

Ÿxsù ÆìÏÜè? šúï͍Ïÿ»x6ø9$# Nèdô‰Îg»y_ur ¾ÏmÎ/ #YŠ$ygÅ_ #ZŽÎ7Ÿ2 ÇÎËÈ

  1. Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan Jihad yang besar. QS At Taubh 9:73

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka ialah Jahannam. dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

Sabda Rasul : Berjihadlah kepada orang-oerang kafir dengan tanganmu dan lisanmu.

Hadirin Rohimakumullah

Hari ini puluhan bahkan ratusan ribu saudara-saudara kita berkumpul di Istiqlal

Energi surat Al-Maidah 51 telah masuk mengalir jauh kedalam relung hati insan Muslim. Bahkan dunia saat ini merasakan getaran energy Al-Maidah ini. Tujuannya hanya satu, Penista agama ini harus dihukum. Yang dinista bukannya ulama saja tetapi lebih dari itu yaitu Allah Swt.dengan kata-kata : kira2 dibohongi oleh Al-Maidah 51

Pagi ini sekitar 600an orang Saudara-saudara kita yang berangklat ba`da subuh ini dari Masjid Al-Fajr 10 bus dan puluhan mini bus serta ambulance FUUI. Mereka telah diberangkatkan oleh Ketua FUUI/Ketua ANNAS Pusat setelah diberikan bekal arahan agar memantapkan niat hanya karena Allah, jangan terpancing untuk berbuat diluar ketentuan yang akan merugikan perjuangan ummat Islam.

Akhirnya marilah kita tutup khutbah Jum’at ini dengan berdo’a kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala :

Ya Allah pimpin dan bimbing kami semua agar selalu terpelihara dari godaan dunia dan bersihkan iman kami dari kesesatan, syirik karena pengaruh budaya atau adat-istiadat, atau dari pengaruh ajaran-ajaran sesat menyesatkan.

 

Ya Allah pimpin dan bimbing kami semua agar kami selamanya hanya berpegang kepada Al-Quran dan Al-Hadist sebagai pedoman  tuntunan hidup kami.

 

Ya Allah jadikan aksi bela Islam hari ini aman damai dan semua tuntutan terhadap penista agama dihukum sesuai hukum yang berlaku di Republik tercinta ini.

 

Ya Allah anugerahkan kepada kami bangsa Indonesia agar menjadi penduduk dan negeri yang beriman dan bertakwa, agar Engkau  melimpahkan berkah dari langit dan bumi, bukan penduduk dan negeri yang mendustakan (ayat-ayat Engkau), agar kami dan bangsa kami terhindar dari siksa-Mu. (QS. Al-A`raaf 7:96)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

والحمد لله رب العالمين.

 .وَأَقِمِ الصَّلاَةِ
Assalamu`alaikum Wr. Wb

Sumber: Http://w w w.smahidayatullah.com /

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_n

Diedit ulang untuk Khutbah  Jumat/Tausiyah                                                                                                                                                       Oleh  H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20161104-Fitnah Akhir Zaman

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

 

Sampai Kapankah Kelalaian Ini

Khutbah Jumat Pilihan

Sampai Kapankah Kelalaian Ini
2015+-+1-rightKHUTBAH PERTAMA

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ   لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ   لاَشَرِ يْكَ لَهُ      وَ أَشْهَدُ أَنَّ   مُحَمَّدًا عَبْدُهُ   وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita.

Shalawat serta salam semoga tercurah selalu kepada junjungan…

Lihat pos aslinya 1.957 kata lagi

Hati-Hati Aliran Sesat

Khutbah Jumat Pilihan

GAFATAR REINKARNASI QI & KOMAR                                                           http://www.sigabah.com/beta/gafatar-reinkarnasi-qi-komar/

15+-+1 Allah Allah

Beberapa hari terakhir ini, Indonesia kembali digemparkan dengan ulah salah satu kelompok aliran sesat bernama Gafatar singkatan dari “Gerakan Fajar Nusantara” yang dulu bernama “Al-Qiyadah Al-Islamiyah”. Karena nama yang terkahir ini sudah diblacklist oleh MUI dan Pemerintah,  mereka pun berubah nama menjadi Gafatar, ajaran, manhaj, akidahnya pun sama. Bahkan, nabi mereka tetap Mushaddeq yang kini masih dikerangkeng. Namun, ulah Gafatar terlihat lebih konyol dan vulgar sebab mereka mangajak anggotanya seluruh Indonesia untuk melakukan eksodus ke Kalimantan, ini tak jauh beda dengan An-Nadzir yang ada di Samata Gowa, mereka seakan-akan mendirikan negara dalam negara.

Kita setuju dengan apa yang disampaikan KH. M. Amin Djamaluddin, Pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta, bahwa Gafatar adalah reinkarnasi…

Lihat pos aslinya 1.062 kata lagi

MENJADI ORANG YANG PALING BERMANFAAT

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ   لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ   لاَشَرِ يْكَ لَهُ      وَ أَشْهَدُ أَنَّ   مُحَمَّدًا عَبْدُهُ   وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.   

Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata :

“Jadilah kamu manusia yang paling baik di sisi Allah. Jadilah kamu manusia yang paling jelek menurut diri sendiri. Dan jadilah kamu manusia yang bermanfaat di tengah-tengah manusia”

Insan berdayaguna artinya berdaya dan berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Nilai-nilai seseorang ditentukan oleh manfaat yang dirasakan oleh orang lain.

Orang sekeliling merasakan manfaat dari apa yang dikatakan atau diperbuat. Bukan malah merugikan orang lain, kehadirannya membawa racun yang berbisa terhadap kehidupan masyarakat. Sekecil apapun, insane yang berdaya guna mempunyai andil manfaat di tengah masyarakat. Keberadaannya senantiasa dinanti, menjadi unsure perubah dan kebaikan bagi masyarakat.

Orang yang berdayaguna tidak saja mendapatkan penghargaan dari manusia, misalnya citra diri, namun mendapatkan kedudukan khusus di sisi Allah swt.

Dalam H.R. Tirmidzi, Rasulullah Saw. Bersabda:

“Sesungguhnya surga itu mempunyai beberapa kamar. Ruangan luarnya dapat dilihat dari dalam. Begitu pula ruangan dalamnya dapat dilihat dari luar”.

Ada seorang dari desa bertanya:

  • Ya Rasulullah, untuk siapakah kamar-kamar itu.
  • Rasulullah saw menjawab : “Untuk orang yang selalu berkata baik, suka memberi makan kepada kepada orang lain, membiasakan shaum dan melakukan shalat malam ketika manusia sedang terlelap tidur”.

Menurut hadits tersebut, kamar yang indah di surga ternyata

  • diperuntukkan bagi yang berdayaguna untuk orang lain.
  • Disebutkan untuk orang yang selalu berkata baik,
  • perkataannya tidak menyinggung orang lain,
  • perkataannya benar tidak mengandung kebohongan,
  • perkataannya memiliki arti dan berguna untuk orang lain,
  • perkataannya selalu mengandung manfaat dan menentramkan orang lain.
  • Perkataannya tidak sia-sia, tidak menghina, meremehkan, dan menjengkelkan orang lain.
  • Menurut hadits itu juga ternyata kamar yang indah itu untuk orang-orang yang suka memberi makan kepada orang lain.
    • Memberi makan dalam arti luas adalah memberikan kehidupan dan kesejahteraan.
    • Suka memberi makan, sikap mulia dan terhormat.
    • Orang yang memiliki sifat ini adalah orang yang berhati bersih, berjiwa besar.
    • Hatinya tidak pernah hasud, jiwanya bersih ingin selalu membahagiakan orang lain.
    • Dia tidak rakus, tidak pula memiliki keinginan untuk menghancurkan kebahagiaan orang lain.
    • Bahkan hatinya senantiasa memiliki kesadaran yang kuat untuk selalu berbagi, selalu member, selalu membahagiakan.
    • Hidup baginya bukan untuk bersenang-senang, namun untuk menyenangkan orang lain.
    • Kebahagiaan baginya adalah membahagiakan orang-orang yang ada disekelilingnya.

Hadirin Rohimakumullah

Para sahabat nabi saw adalah gambaran manusia yang paling memiliki manfaat untuk masyarakat sekitarnya. Mereka telah memberikan andil besar untuk kemajuan Islam dan umatnya. Tidak ada keraguan di hati mereka. Hidupnya digunakan untuk selalu berbagi, selalu membahagiakan.

  • Sahabat Utsman ra salah satu contohnya. Dia pernah menyiapkan satu kafilah dagang ke negeri Syam, berupa 200 unta berikut pelana dan tapalnya. 200 ons emas untuk disadaqohkan. Kemudian bersadaqoh 100 unta berikut pelana dan tapalnya dan kemudian dia datang membawa 1.000 dinar lalu dibagikannya di ruangan Rasulullah saw. Dia bersadaqoh hingga mencapai 900 unta dan 100 kuda disamping uang.
  • Begitupula Abdurrahman bin Auf, dia tak pernah ketinggalan untuk memberikan hartanya untuk perjuangan Islam.
  • Abubakar pernah bersadaqoh dengan seluruh hartanya, tidak menyisakan untuk keluarganya.
  • Umar Ibn Al Khattab bersadaqoh dengan setengah harta yang dimilikinya
  • `Abbad, Thalha, Sa`ad bin Ubadah dan Muhammad bin Muslamah.
  • Begitu juga kaum perempuan saat itu tak ketinggalan melakukan sodaqoh gelang, kalung, cincin, permata dan yang lainnya disumbangkan untuk kemajuan Islam dan umatnya. Saat itu tidak ada orang yang bakhil kecuali hanya orang munafik. (Musa Syarif, 1998:66-67). Oleh karenanya sangat nista jika ada orang yang berani menghina, merendahkan dan mencela para sahabat.

Rasulullah saw. Bersabda:

  • Manusia yang paling baik adalah yang hidup di zamanku, kemudian setelah mereka, kemudian setelah mereka.. (HR. Al Bukhari)
  • Janganlah kalian mencaci sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian infak dengan emas sebesar gunung Uhud itu tidak akan pernah sebanding dengan infak satu mud atau setengahnya dari sahabatku (HR. Al Bukhari)

 

  أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

 

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ    أَمَّا بَعْدُ

 

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.

Para sahabat Rasulullah saw  senantiasa mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingan diri sendiri. Mereka selalu mencintai bukan mengharap cinta. Mereka selalu member bukan ingin diberi. Semoga ini menjadi contah tauladan kita semua.

 

Akhirnya, mari kita berdoa:
Ya Allah, anugerahkanlah kepada jiwa-jiwa kami semua ketakwaannya, dan sucikanlah jiwa kami (dengan ketakwaan itu), Engkau-lah Sebaik-baik Yangx Mensucikannya,
(dan) Engkau-lah Yang Menjaga serta Melindunginya.

اللهم وأسألك خشيتك في الغيب والشهادة وأسألك كلمة الحق في الرضا والغضب وأسألك القصد في الفقر والغنى

“Ya Allah, aku minta kepada-Mu rasa takut kepada-Mu di waktu sendirian maupun di hadapan orang lain, dan aku minta kepada-Mu ucapan yang benar dalam keadaan senang maupun marah, dan aku minta kepada-Mu kesederhanaan di waktu miskin maupun kaya.”[8]

  رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

Wahai Rabb kami, Janganlah Engkau sesatkan hati-hati kami setelah Engkau beri kami hidayah dan karuniakanlah kepada kami kasih sayang dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi.” (Ali Imran: 8)

رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ

وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ  وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

SUMBER :

Penulis: Amril Syaifa Yasin
Artikel Bulletin Da`wah No.36 Tahun XXXIX 7-9-2012

 

araDiedit  untuk Khotbah Jumat/Tausyiyah

oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20160717 MENJADI ORANG YANG PALING BERMANFAAT

http://arozakabuhasan.wordpress.com/

https://fuuindonesia.wordpress.com/

A. ROZAK ABUHASAN MBA – Google+

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

HARGA IMAN

HARGA IMAN

2014-09-26 08.50.26

Harga Iman

Khutbah Jumat di Masjid Al-Fajr, Jl. Cijagra Raya No. 39 Bandung, Jum`at 15 Juli 2016.

(Imam Khotib Jumat Ust. A. Rozak Abuhasan)

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ  وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan dan kesehatan kepada kita.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Allah SWT telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad shallallahu alayhi wa sallam. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Melalui mimbar ini, kembali kami menyerukan kepada diri sendiri dan jama’ah Jum’at untuk bertakwa kepada Allah  Swt. Kemudian tidak lupa dan tidak henti-hentinya pula marilah kita memanjatkan puji dan syukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang telah Allah Swt. berikan, utamanya nikmat iman yang sangat berharga.

Marilah kita renungkan firman Allah Swt. (QS. At-Taubah 9:111)

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَ‌ٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿١١١﴾

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur’an. (Q.S. At-Taubah: 111)

Demikianlah sebuah gambaran yang diberikan oleh Allah Swt. dalam ayat-Nya Yang Mulia tentang harga iman yang berada pada diri seorang mukmin. Jiwa dan harta orang-orang yang beriman akan ditukar dengan jannah (surga) di akhirat kelak. Taman keindahan tanpa cela dengan kebahagiaan tanpa batas. Setiap jiwa orang yang memiliki iman yang masuk jannah akan mendapat Ridha Allah Swt. Tiada lagi dosa dan kemurkaan terhadap apapun yang dilakukannya.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Firman Allah Swt di bawah ini menggambarkan lebih jelas lagi mengenai harga iman yang mungkin selama ini masih samar bagi kita semua (QS. Ali Imran 3:91)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَـٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu). Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (Q.S. Ali ‘Imran: 91)

Jelas sekali disebutkan dalam ayat tersebut berapa harga iman; bahwa Allah  tidak akan menerima tebusan dari orang-orang yang tidak beriman agar mereka dibebaskan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Walaupun orang-orang kafir itu menebus dengan emas sepenuh bumi. Karena yang dapat menebus hal itu hanyalah iman. Dan hanyalah orang-orang mukmin yang memiliki iman yang bisa dibebaskan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Nyatalah bahwa ternyata iman tidak dapat dibeli walaupun dengan emas sepenuh bumi.

Jangankan dengan emas yang sepenuh bumi, tebusan manusia pun tidak dapat mengeluarkan seseorang yang tidak memiliki iman dari siksa neraka.

Firman Allah Swt. (QS. Al-Ma’arij 70:11-15),

يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ ﴿١١﴾ وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ ﴿١٢﴾ وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ ﴿١٣﴾ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنجِيهِ ﴿١٤﴾ كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ ﴿١٥﴾

Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya.                                                         

Dan isterinya dan sauradaranya. Dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia).

Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya naar itu adalah api yang bergejolak.

(Q.S. Al-Ma’arij: 11-15)

 

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Itulah harga iman, mahal tidak terkira. Iman yang dengannya seseorang bisa terbebas dari pedihnya siksa neraka dan yang dengan iman itu pulalah seseorang bisa menikmati kebahagiaan yang kekal nan abadi di dalam surga. Dan bila diibaratkan, hati bagaikan sebuah rumah dan iman adalah barang berharga.

 

Maka wajar bila orang-orang mukmin dan iman yang dimilikinya menjadi satu-satunya incaran setan-setan melalui tentara-tentaranya berbentuk jin dan manusia berusaha untuk merampas iman dari pemiliknya.

Usaha  pertama  dengan  menumpas  orang-orang  beriman

  • melalui perang  dan pembantaian.
  • Bila tidak mungkin, pemurtadan menjadi pilihan berikutnya
  • Ajakan pindah agama,
  • jebakan hutang budi maupun hutang uang,
  • pemerkosaan muslimah, hasutan dan sebagainya.

Semua itu dijalankan untuk mencuri iman dari orang-orang mukmin, sebagaimana ajaran-ajaran sesat menyesatkan seperti Syiah, Ahmadiyah dan banyak lagi.

Metode kedua adalah metode terselubung.

  • Yaitu penyebaran pemikiran-pemikiran sesat yang bisa menguras iman secara optimal.
  • Paham-paham sekulerisme, humanisme, liberalisme, pluralisme
  • dan paham-paham menyesatkan lainnya gencar disebarkan.

Dengan metode ini, dihasilkanlah orang-orang yang mengaku muslim, tapi hati dan cara berpikirnya jauh lebih sesat dari cara berpikirnya orang-orang kafir.

Metode terakhir yang dilancarkan oleh setan adalah

  • pencurian iman sedikit demi sedikit dengan kemaksiatan. Sehingga iman senantiasa berkurang ketika seorang terperdaya oleh bujuk rayu setan yang bervariasi. Walaupun hasilnya tidak banyak, namun sedikit demi sedikit iman lama-lama juga menjadi habis. Sebab, iman memang akan terkikis oleh maksiat.
  • Sebagaimana dalam sebuah kaidah, “Iman itu bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.”

Mari kita renungkan firman Allah : (QS Al-A`raaf 7:202)

وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ ﴿٢٠٢﴾

  1. dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

 

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA

 

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، أَمّا بَعْدُ
 Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Iman sangat berharga. Harga iman tidak bisa dibandingkan dan tidak bisa ditukar dengan emas sepenuh bumi atau pun dengan seluruh manusia yang mendiami bumi dan bahkan tidak bisa disamakan nilainya dengan bumi dan seisinya. Iman hanya dapat dihargai dengan kenikmatan surga dan keridhaan Allah Swt.

Oleh karena itu sangatlah penting untuk mensyukuri nikmat iman tersebut.

  • Selamatkan diri kita, selamatkan anak istri kita, selamatkan saudara-saudara kita seiman dari segala ajaran faham kesesatan dan menyesatkan.
  • Akidah Syiah, merupakan induknya kesesatan dari seluruh aliran sesat yang ada. (Menurut Ketua ANNAS KH Athian Ali M. Da`I Lc, MA) bahwa Syiah : dilihat dari sisi akidah maupun syariah adalah sesat dan menyesatkan serta diluar Islam tegasnya Syiah bukan Islam. (sumber syiahindonesia.com)

 

  • Imam Syafi`i berkata : “Aku tidak pernah menemukan pengikut hawa nafsu yang lebih pendusta daripada kaum Rafidha (Syiah)”(Munaaqib Asy-Syafi`i karya Al-Baihaqi 1/468 – Lembaran kajian Syakhshiyyah Islamiyyah FUUI edisi 17 Tahun XIISabtu 20 Safar 1436H / 13 Desember 2014.

 

  • Ibnu Taimiyyah berkata : “Syiah adalah kelompok yang paling bodoh” (Minhaaj As-Sunnah An-Nabawiyyah 2/65)

 

  • Semoga ummat Islam dimanapun berada (khususnya ummat Islam Indonesia)  tidak tertipu lagi ajakan dan rayuan pengikut Syiah. Syiah itu pembohong, pendusta, mengakunya Islam tetapi ternyata Syahadatnya beda dengan kita, Qurannya beda, cara sholat juga beda dan banyak lagi perbedaan termasuk nikah mut`ah/nikah kontrak yang tidak lain menghalalkan zinah.

 

Marilah kita yang hari ini hadir di masjid ini karena memiliki iman untuk :

  • Mensyukuri nikmat iman dengan cara memperhatankan iman agar tetap hidup berada dalam diri kita hingga ajal menjemput. Insya Allah: Allah akan menambah nikmatnya kepada kita
  • Dan tidak ada yang lebih pantas untuk dipertahankan dengan konsekuensi apapun melebihi iman bahkan walaupun dengan taruhan nyawa sekalipun.
  • Agar senantiasa mempertahankannya dan meningkatkannya. Menumbuh suburkan iman dengan memperbanyak amal  ketaatan  dan  mempertahankannya  dari  gangguan  setan  dengan  cara menjauhi  berbagai  amal

Demikianlah  semoga  Allah Swt. memudahkan kita untuk mempertahankan dan meningkatkan iman yang berada dalam hati-hati kita. Amin…

Hadirin Rohimakumullah.

 

  • Ya Allah pelihara iman kami dan berikan kepada kami kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini yaitu dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dengan sebaik-baiknya, sebelum Engkau panggil kami untuk menghadap-MU.

 

  • Ya Allah peliharakan hati dan pendengaran kami agar tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang merusak amal ibadah yang telah dan akan kami lakukan.

 

  • اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
  • Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

 

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات

و الذكر الحكيم
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم
Assalamu`alaikum Wr. Wb

SUMBER

Diadaptasi dari tulisan Ust. Taufik Anwar, “Target Final Setan”, Rubrik Ghiwayah Majalah Islam ar-risalah No. 92/Vol. VIII/8 Safar – Rabiul Awal 1430 H / Februari 2009   dan berbagai sumber lainnya.

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_n Di edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah

Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20160715 Harga Iman

https://arozakabuhasan.wordpress.com/                                          http://arozakabuhasan.blogspot.com

 

3 Amal Yang Pahalanya tidak terputus

3 AMAL YANG PAHALANYA TIDAK TERPUTUS

13220967_883602848433147_2026128246319814121_nKHUTBAH PERTAMA

نَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ  وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا     أَمَّا بَعْدُ

 

Kaum muslimin rahimakumullah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman, sehat dan kesempatan kepada kita.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Alhamdulillah kita dapat  melangkahkan kaki kita menuju masjid NURUL HIKMAH ini, berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, kemudian melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini. Semoga kehadiran ini kita dapat mengantarkan kita sebagai salah seorang yang dikatagorikan bertakwa oleh Allah Swt. dan dicatat sebagai amal ibadah

Shalawat serta salam semoga Allah curahkan kepada Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam. Semoga kecintaan kita kepada beliau dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin. Aamiin Ya Robbal Alamiin.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Melalui mimbar ini, khotib menyerukan kepada jama’ah semua termasuk diri khotib sendiri  untuk bertakwa. Bertakwa kepada Allah  Swt. dengan semurni-murninya. Takwa hanya kepada Allah tidak kepada yang lain.

Hadirin rohimakumullah.

3 AMAL YANG PAHALANYA TIDAK TERPUTUS

Ada sepasang suami istri yang alhamdulillah sangat kaya dan juga shaleh.

Mereka berulangkali berhaji. Setiap tahun juga mereka melakukan umrah. Berapa banyak harta yang mereka habiskan untuk Haji dan Umrah.

Seorang ulama berkata bahwa amal mereka itu bagus dan mendapat pahala. Hanya saja, jika mereka sudah meninggal, tentu mereka tak bisa melakukan Haji dan Umrah lagi. Pahalanya pun berhenti mengalir.

Nah, maukah saya beritahu amal-amal yang pahalanya akan terus mengalir meski bapak ibu sudah meninggal dunia? Ini dia:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Allah memberi ganjaran sekecil apa pun amal yang kita perbuat. Meski hanya sebesar dzarrah atau debu:

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar” [An Nisaa’ 40]

Setiap kebaikan yang kita lakukan mulai dari kewajiban seperti sholat, puasa, zakat hingga amal yang sunnah insya Allah akan dibalas Allah pahala yang berlipat ganda.

Bahkan ada orang yang karena mampu setiap tahun pergi berhaji atau umrah dengan berharap mendapat pahala yang besar. Sesungguhnya itu baik. Namun sayangnya saat dia meninggal, dia tidak akan mendapat pahala itu lagi. Saat seseorang mati, terputus amalnya selain 3 amal yang di atas.

Oleh karena itu agar pahala kita terus mengalir meski kita telah tiada, hendaknya kita berusaha mengerjakan 3 amal yang di atas. Bagaimana pun kita tidak tahu berapa banyak dosa atau maksiat yang telah kita perbuat. Berapa banyak orang yang kita sakiti. Jadi kalau pahalanya pas-pasan, bisa jadi akhirnya kita terjerembab ke neraka jahannam.

SEDEKAH JARIYAH

Menurut Imam al-Suyuti (911 H) ada 10 amal yang pahalanya terus menerus mengalir, yaitu:

1) ilmu yang bermanfaat,

2) doa anak sholeh,

3) sedekah jariyah (wakaf),

4) menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan,

5) mewakafkan buku, kitab atau Al Qur’an,

6) berjuang dan membela tanah air,

7) membuat sumur,

8) membuat irigasi,

9) membangun tempat penginapan bagi para musafir,

10) membangun tempat ibadah dan belajar.

Itu hanya contoh kecil saja. Tentu saja sedekah jariyah tidak terbatas pada hal yang di atas. Segala hal yang bermanfaat yang bisa dinikmati masyarakat umum seperti membangun jalan, jembatan, website atau TV yang bermanfaat insya Allah pahalanya akan terus mengalir kepada kita selama yang kita bangun itu masih memberikan manfaat.

Menanam pohon mangga atau pohon kurma sehingga buahnya bisa dinikmati atau pun pohon yang rindang seperti pohon Beringin sehingga orang bisa berteduh pun bisa mendapatkan pahala.

Membangun masjid pun pahalanya amat besar dan tetap akan mengalir selama masih ada orang yang memakainya untuk beribadah:

Hadits riwayat Usman bin Affan ra: ”Barang siapa yang membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (H.R Bukhari dan Muslim)

ILMU YANG BERMANFAAT

Ilmu akan bermanfaat jika kita sendiri terlebih dahulu mengamalkannya. Kemudian kita ajarkan ke orang lain. Jika orang yang kita ajarkan itu juga mengamalkan ilmunya, insya Allah kita akan mendapat pahala meski kita telah tiada.

Kita bisa menjadi guru, dosen, atau mendirikan sekolah/pesantren sehingga ilmu yang bermanfaat bisa diajarkan ke orang banyak.

Di zaman sekarang ini kita bisa mengajarkan ilmu ke banyak orang sekaligus. Dengan membuat buku yang bermanfaat, kita dapat membayangkan bagaimana kalau ada 1 juta orang yang membaca buku tersebut dan mengamalkannya.

Dengan membuat website yang berisi ilmu yang bermanfaat misalnya website Islam sehingga puluhan ribu orang bisa membaca dan mengamalkan ilmunya, insya Allah juga akan mendapat pahala. Jika ada orang yang meng-copy-paste tulisan anda, jangan sedih. Justru mereka membantu menyebarkan ilmu anda sehingga jika website anda tutup karena anda tidak membayar sewa domain atau hosting, ilmu anda tetap tersebar dan dinikmati orang lain.

Mendirikan TV Islam atau TV Komunitas yang bisa memberikan ilmu yang bermanfaat pun insya Allah akan mendapat pahala.

Bagaimana jika kita bukan orang yang pintar atau ilmu kita cetek? Jangan sedih. Dengan membantu ulama sehingga ilmunya tersebar, membantu penerbitan buku yang bermanfaat, membantu pembuatan dan pemeliharaan website atau TV Islam juga bisa membuat anda ikut mendapat pahala. Karena Allah menghitung setiap amal yang kita lakukan sekecil apa pun amal itu!

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]

 

Rasulullah saw. bersabda:

عن أبي موسى الأشعري ـ رضي الله عنه ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال : ” المؤمن للمؤمن كالبنيان ، يشد بعضه بعضاً ، ثم شبك بين أصابعه ، وكان النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ جالساً ، إذ جاء رجل يسأل ، أو طالب حاجة أقبل علينا بوجهه ، فقال : اشفعوا تؤجروا ، ويقضي الله على لسان نبيه ما شاء ” . رواه البخاري ، ومسلم ، والنسائي
Dari Abu Musa Al Asy’ari ra. dari Nabi Muhammad saw bersabda:

“Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang seorang lelaki meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan Allah menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.” Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Jadi jika kita turut andil dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat, insya Allah, Allah akan melihatnya.

 

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

 

Image012KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، أَمّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Amal ke-3 yang pahalanya tidak terputus adalah :

ANAK SHOLEH YANG MENDOAKANNYA

Jika kita punya anak soleh yang mendoakan kita, insya Allah kita akan mendapat pahala juga karena kita telah berjasa mendidik mereka sehingga jadi anak yang saleh.

Oleh karena itu jika kita diamanahi anak oleh Allah, hendaknya kita didik mereka sebaik mungkin hingga jadi anak yang saleh. Seorang ibu jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaannya di kantor agar bisa fokus mendidik anaknya.

Lalu bagaimana jika kita tidak punya anak kandung?

Di situ tidak dijelaskan apakah anak saleh itu anak kandung atau bukan. Jadi jika kita memelihara anak yatim pun kita tetap akan dapat pahala jika mereka jadi anak yang saleh dan mendoakan kita.

Dari Abu Ummah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membelai kepala anak yatim karena Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)

Dari situ jelas bahwa orang yang memelihara anak yatim dengan penuh kasih sayang insya Allah akan masuk surga. Surganya pun bukan surga tingkat rendah. Tapi surga tingkat tinggi karena berada di dekat Nabi Muhammad SAW laksana jari telunjuk dengan jari tengah.

Paling tidak jika ada anak dari saudara kita atau sepupu kita, santuni mereka. Bantu mereka.

Menyumbang ke keluarga miskin yang ada anaknya pun atau panti asuhan insya Allah bisa mendapatkan pahala.

 

Hadirin Rohimakumullah.

  • Ya Allah pelihara iman kami dan berikan kepada kami kekuatan untuk mempertahankan iman dan berikan kesempatan kami untuk merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini.
  • Anugerahkan kami dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dengan sebaik-baiknya, sebelum Engkau panggil kami untuk menghadap-MU.

 

  • Ya Allah peliharakan hati dan pendengaran kami agar tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang terdiri dari bangsa jin dan manusia yang merusak amal ibadah yang kami lakukan.

 

  • اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
  • Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

 

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات

و الذكر الحكيم
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم
Assalamu`alaikum Wr. Wb

SUMBER

Dikutip dari : media-islam.or.id

ANNAS logoPenulis : – https://www.facebook.com/ANNAS.INDONESIA?fref=ts

Di edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah

logo_al_fajrOleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20160527 3 AMAL YANG PAHALANYA TIDAK TERPUTUS

https://arozakabuhasan.wordpress.com/                                          http://arozakabuhasan.blogspot.com

http://alfajrbandung.wordpress.com/